Pages

Sanitasi dan Keracunan Makanan

Sanitasi Makanan
Tujuan utama dari sanitasi makanan adalah usaha-usaha yang ditujukan kepada kebersihan dan keamanan makanan, antara lain:

• Menjamin keamanan dan kebersihan makanan.
• Mencegah penularan wabah penyakit.
• Mencegah beredarnya produk makanan yang berbahava dan merugikan masyarakat.
• Mengurangi tingkat kerusakan atau pembusukan makanan.
• Mencegah bahaya keracunan dan terjadinya penyakit pada manusia.

Tahap-Tahap Sanitasi Makanan

Tahapan sanitasi makanan adalah suatu proses berupa pengawasan atau prosedur yang harus dilalui meliputi:
• Keamanan dan kebersihan produk makanan selama proses produksi.
• Kebersihan individu atau karyawan dalam pengolahan produk makanan.
• Keamanan tcrhadap penyediaan air bersih.
• Pengelolaan pembuangan air limbah dan kotoran.
• Perlindungan makanan terhadap kontaminasi selama proses pengolahan, penyajian dan penyimpanan.
• Pencucian dan pembersihan alat perlengkapan produksi.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan pada setiap tahapan sanitasi makanan yaitu:
1. Faktor Bahan Makanan
a. Sumber Bahan Makanan
Apakah sumber bahan makanan tersebut diperoleh dari hasil pertanian, peternakan, perikanan dan lainnya? Sumber bahan tersebut harus memenuhi persyaratan sanitasi untuk mencegah terjadinya kontaminasi atau pencemaran, misalnya hasil pertanian dapat tercemar dengan pupuk kotoran manusia atau dengan insektisida.
b. Pengangkutan Bahan Makanan
Cara mengangkut bahan makanan harus memenuhi persyaratan sanitasi, seperti sarana atau alat pengangkutan dan apakah mempunyai alat pendingin serta tertutup. Pengangkutan tersebut dilakukan baik dan sumber ke pasar maupun dari sumber ke tempat penyimpanan agar jangan sampai tercemar oleh kotoran atau debu dan mencegah bahan makanan tidak rusak, seperti mengangkut daging dan ikan mempergunakan alat pendingin tertutup.
c. Penyimpanan Bahan Makanan
Tidak semua bahan makanan langsung dikonsumsi, tetapi sebagian disimpan baik dalam skala kecil di rumah maupun skala besar di gudang. Tempat penyimpanan atau gudang harus memenuhi persyaratan sanitasi antara lain:
1. Dibangun sedemikian rupa sehingga binatang seperti tikus atau serangga tidak bersarang.
2. Jika dipakai rak, harus mempunyai kolong agar mudah membersihkannva.
3. Dijaga agar suhu udara dalam gudang tidak lembab untuk mencegah tumbuhnya jamur.
4. Sirkulasi udara yang cukup.
5. Penerangan yang cukup.
6. Dinding bagian bawah gudang harus dicat putih, karena bila ada tikus akan terlihat jejak-jejaknya.
7. Harus ada jalan dalam gudang:
Jalan utama 160 cm.
Jalan antar blok 80 cm.
Jalan antar rak 80 cm
Jalan keliling 40 cm.
d. Pemasaran Bahan Makanan
Tempat berjualan atau pasar harus memenuhi persyaratan sanitasi antara lain kebersihan, penerangan, sirkulasi udara, tempat sampah dan alat pendingin. Jenis pasar yang memenuhi persyaratan adalah pasar/ swalayan atau supermarket.
e. Pengolahan Makanan
Harus memenuhi persyaratan sanitasi terutama kebersihan dapur dan alat-alat perlengkapan masak.
f. Penyajian Makanan
Harus memenuhi persyaratan sanitasi. Bebas dari kontaminasi, bersih dan tertutup serta dapat memenuhi selera makan para pembeli.
g. Penyimpanan Makanan
Makanan yang telah diolah, disimpan di tempat yang memenuhi per¬syaratan sanitasi, dalam lemari atau alat pendingin.
2. Faktor Manusia
Orang-orang yang bekerja pada tahapan di atas harus juga memenuhi per-syaratan sanitasi, seperti kesehatan dan kebersihan individu, tidak menderita penyakit infeksi, bukan karier dan suatu penyakit.
Untuk personil yang mcnyajikan makanan harus memenuhi syarat¬syarat seperti kebersihan dan kerapian, memiliki etika dan sopan santun, penampilan yang baik dan cara membawa makanan dengan teknik khusus, serta pemeriksaan kesehatan berkala setiap 6 bulan/1 tahun.
3. Faktor Peralatan
Kebersihan dan cara penyimpanan peralatan pengolah makanan harus juga memenuhi persyaratan sanitasi.
Referensi
Ilmu Kedokteran Pencegahan Komunitas Oleh Dr. Budiman Chandra

0 komentar:

Poskan Komentar