Pages

Fisika Itu Menyenangkan



Kata anak tetangga di sebelah kanan kos-ku, fisika itu asyik. Itu kata-nya. Sedangkan seorang teman kuliah, senasib dan sepenanggungan yang setiap hari mendekam di balik tumpukan “kitab suci” fisika, mengatakan fisika itu ilmu yang sangat sulit dan membosankan.

Itu kata-dia, padahal setiap hari ketagian dengan dikat kuliah yang ketebalannya tidak dapat diukur dengan jangka sorong atau mikrometer sekrup. Fisika itu asyik ? fisika itu sulit dan membosankan ? seperti eyang Einstein dalam teori Relativitasnya, ijinkan saya mengatakan bahwa asyik dan tidaknya fisika, sulit atau membosankan, semuanya adalah relatif. Silahkan dibaca terus tulisan yang compang camping ini. Ehm.. ehm…
Selama ini banyak pelajar dan mantan pelajar sekolah menengah “sangat ketakutan” jika guru fisika sudah menampakan dirinya dibalik pintu kelas. Wah, fisika lagi… mungkin ini salah satu keluhan yang tidak keluar dari mulut mereka. Hal ini sangat dimaklumi karena fisika selama ini diidentikan dengan rumus-rumus yang selalu membuat dahi berkerut. Ketika masih belajar di sekolah menengah, penulis termasuk salah seorang siswa yang sangat membenci fisika. Beberapa teman bahkan sering “sakit-sakitan” karena fisika. Sebelum pelajaran fisika dimulai, biasanya penyakit mereka kambuh. Kebencian “kami” memuncak ketika guru mulai memenuhi papan tulis dengan rumus-rumus atau latihan soal di awal jam pelajaran, disertai ceramah membosankan, yang kadang membuat perut kembung, sehingga terpaksa harus minta ijin ke depan.
Fisika itu pelajaran yang sangat asyik dan tentu saja menyenangkan. Ini kata saya, tapi sekali lagi, semuanya relatif. Mengapa asyik dan bahkan menyenangkan ?
Sebagai manusia, semua orang pasti pernah melewati masa kecil. Sekarang, mari kita ingat kembali kenangan masa lalu yang kadang membahagiakan dan terkadang pula tidak ingin dirindukan. Ketika masih kecil, biasanya kita sangat tertarik dengan segala sesuatu yang berada disekeliling kita. Kadang kita selalu ingin mempertanyakan hal-hal yang ada disekeliling kita, sehingga para filsuf mengatakan, setiap manusia adalah seorang filosofis. Keingintahuan yang begitu besar tentang fenomena alam atau peristiwa sehari-hari yang terkait ilmu fisika biasanya ditanyakan kepada ayah, ibu atau saudara kita. Masalahnya keluarga dekat kita sebagian besar bukan fisikawan atau orang yang memahami fisika dengan baik. Pa, itu apa ya ? tanya roni, misalnya. sang Ayah menjawab, itu lampu listrik sayang… pa, lampu listrik kok nyala ya ? iya…. Bingung, kalo ditanyain lagi, gumam sang ayah dalam hati. Pa, kenapa lampu listriknya nyala ? Papa lagi sibuk ni sayang, main sama ibu aja ya…. Mungkin saja ini salah satu jawaban terbaik sang ayah, karena tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan anaknya. Wah, bakat seorang calon fisikawan perlahan-lahan dikerdilkan. Ini hanya salah satu contoh. Pernah mengalami ? dijawab dalam hati ya… ehm.. ehm…
Ketika mulai belajar di bangku sekolah, bapak dan ibu guru fisika setiap hari selalu menghadirkan rumus-rumus fisika yang aduhai, sedangkan konsep-konsep fisika jarang sekali di jelaskan. Penurunan rumus juga mungkin kurang dijelaskan dengan baik, sehingga siswa terpaksa menghafal rumus-rumus tersebut, tanpa memahami dengan baik dari mana asal rumus yang dihafal.
Apa yang terjadi kemudian ?
Fisika semakin dibenci dan dianggap momok yang kurang menyenangkan. Pemahaman konsep fisika pada diri siswa menjadi sangat lemah. Rumus-rumus yang sering dihafal selama semalam suntuk untuk persiapan ujian keesokan harinya (biar dapat nilai A+), akhirnya hilang tak berbekas setelah seminggu.
Apa yang dicapai dalam pembelajaran fisika ? mungkin hanya nilai A+ sebagai penghibur hati, bekal melanjutkan sekolah atau kuliah di perguruan tinggi berkelas.
Fisika itu sulit ? Ya…. Bagi sebagian orang yang kemampuan finansialnya pas-pasan. Maksud penulis kemampuan intelektual. Apakah fisika itu sulit ? kok ditanya lagi. Ilmu fisika itu obyek yang dipelajari. Sebagai obyek, sulit atau tidaknya sangat tergantung bagaimana seorang pengajar fisika meramu materi sedemikian rupa sehingga tampak menarik minat para siswa (dan mahasiswa). Ketika ada minat dan keinginan yang kuat untuk mengetahui sesuatu, kesulitan dengan sendirinya kabur…
Faktor menarik sebenarnya sudah dimiliki oleh ilmu fisika karena Fisika merupakan ilmu yang menjelaskan berbagai peristiwa alamiah yang dilihat atau diamati dalam kehidupan sehari. Selain itu keindahan fisika sebenarnya terletak pada konsep, yang selama ini sering ditelantarkan. Dengan memahami konsep secara baik (dan benar), kita dapat menjelaskan berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan ilmu fisika. Dengan memahami konsep secara baik dan benar, rumus-rumus yang katanya sulit dengan sendirinya akan pahami dengan mudah.

Inti belajar fisika adalah belajar konsep. Keindahan fisika juga terletak pada konsep. Apabila konsep fisika disajikan dengan menarik, misalnya dipadukan dengan peristiwa dalam kehidupan sehari-hari atau fenomena alam, dan proses pembelajarannya juga didukung dengan media yang tepat, mungkin setiap hari para siswa akan selalu merindukan pelajaran fisika. Dan penyakit-penyakit mingguan seperti perut kembung, diare, pusing dan kawan-kawan akan tinggal kenangan…. Ehm..ehm… sekian dan terima kasih atas perhatian anda. Sampai jumpa di episode berikutnya.

Terima kasih untuk bapak dan ibu guru fisika yang selama ini telah mengajarkan fisika di kelas. Karena jasamu, saat ini saya ingin menjadi guru fisika.

0 komentar:

Poskan Komentar